Pemprov Sumut Segera Umumkan Asesmen Pejabat Eselon II. Pejabat Eselon II Harus Kreatif dan Inovatif

  • Whatsapp

Medan, Buanapos

Pejabat Eselon Pemprov Sumut harus berpikir kreatif, bertindak inovatif sehingga mampu mengambil kebijakan yang tepat di Era Revolusi Industri 4.0 dalam upaya mewujudkan visi Sumut yang maju, aman dan bermartabat.

Bacaan Lainnya

“Kita terus dorong para Pejabat Eselon II  senantiasa mampu melahirkan kreativitas dan inovasi agar tidak ketinggalan perkembangan dalam mengambil kebijakan,” ujar Sabrina pada Webinar Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) “Mencari Pejabat Eselon II Yang Profesional Dalam Visi Sumut Bermartabat ” dari Ruang Smart Province Kantor  Gubernur Sumut Jl. P. Diponegoro 30 Medan, Jumat (24/07/2020).

Pejabat Eselon II harus memiliki. profesionalisme, punya keahlian, objektif, memiliki semangat pengabdian.

Termasuk. memiliki tiga hal pokok :  skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan) attitude (sikap).

Sekda mengakui masih ada jabatan lowong defenitif  di sejumlah OPD Pemprov dan secepatnya diisi.

“Kita segera membuka dan mengumumkan Asesmen ke publik, bila sudah mendapat izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)

Pelaksana Tugas (Plt)  hampir sama dengan pejabat definitif lagipula yang menjadi Plt juga dilihat kemampuannya, tidak sembarang. “Saat ini sedang dalam proses untuk kembali melakukan asesmen.

Sesegera mungkin seleksi dilaksanakan untuk mengisi jabatan tersebut. Doakan kami agar segera mendapat figur yang tepat  mengisi kekosongan jabatan Eselon II ,” sebut Sabrina.
Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto bisa memahami ada sejumlah OPD yang dipimpin Plt untuk mengisi kekosongan jabatan.

Pemprov Sumut sebenarnya tidak menginginkan rangkap jabatan, namun itu langkah tepat yang sudah diambil Pemprov untuk mengisi kekosongan,” katanya.

Menurut Hendro, belum semua ASN satu visi dan misi dengan keinginan Gubernur. Gaya inovatif ASN belum terasa untuk melakukan perbaikan. Para ASN terus dipacu lagi dapat melahirkan kreativitas.

“Sebenarnya di zaman Pak Edy Rahmayadi dan Bu Sekda Sabrina  sedang dilakukan kegiatan untuk memacu kreativitas guna melahirkan ASN yang bermartabat,” tambahnya.

Dekan Fisipol USU DR. Muryanto Amin menekankan kreativitas para ASN mesti  tanggap perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memanfaatkan big data analytics.

“Tidak bisa lagi kepala biro, kepala dinas, kepala badan tidak mengetahui big data analytics  karena berfungsi membantu pengambilan  keputusan.

Misalkan, memberikan izin aplikasi online kita harus mempertimbangkan pergerakan ekonomi yang akan terjadi sehingga efektivitas kebijakan terasa pada masyarakat,” ujar Muryanto.

Ketua LPKAN Sumut Rafriandi Nasution mengatakan PNS harus senantiasa meningkatkan kompetensi, inovasi dan pelayanan prima untuk publik. Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai  kompetensi, prestasi kerja di jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan.

Syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, rasa atau golongan,” ujar mantan Anggota DPRD Sumut itu.

Rafriandi berharap Asesmen Eselon II Pemprov Sumut sebagai bagian proses lelang jabatan yang dilaksanakan perlu ada terobosan-terobosan baru.

Misal bila sudah didapati lima besar nama, para calon menyampaikan visi-misi mereka secara terbuka, bisa melalui acara webinar sehingga masyarakat  mengetahui secara terbuka, sebut Rafriandi

Pemprov Sumut Segera Umumkan Asesmen Pejabat Eselon II. Pejabat Eselon II Harus Kreatif dan Inovatif
26/07/2020

Sekdaprov Sumut R Sabrina menjadi narasumber pada Webinar LPKAN “Mencari Pejabat Eselon II Yang Profesional Dalam Visi Sumut Bermartabat”.(ist)
membaranews.com-(Medan)

Pejabat Eselon Pemprov Sumut harus berpikir kreatif, bertindak inovatif sehingga mampu mengambil kebijakan yang tepat di Era Revolusi Industri 4.0 dalam upaya mewujudkan visi Sumut yang maju, aman dan bermartabat.

“Kita terus dorong para Pejabat Eselon II  senantiasa mampu melahirkan kreativitas dan inovasi agar tidak ketinggalan perkembangan dalam mengambil kebijakan,” ujar Sabrina pada Webinar Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) “Mencari Pejabat Eselon II Yang Profesional Dalam Visi Sumut Bermartabat ” dari Ruang Smart Province Kantor  Gubernur Sumut Jl. P. Diponegoro 30 Medan, Jumat (24/07/2020).

Pejabat Eselon II harus memiliki. profesionalisme, punya keahlian, objektif, memiliki semangat pengabdian.

Termasuk. memiliki tiga hal pokok :  skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan) attitude (sikap).

Sekda mengakui masih ada jabatan lowong defenitif  di sejumlah OPD Pemprov dan secepatnya diisi.

“Kita segera membuka dan mengumumkan Asesmen ke publik, bila sudah mendapat izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)

Pelaksana Tugas (Plt)  hampir sama dengan pejabat definitif lagipula yang menjadi Plt juga dilihat kemampuannya, tidak sembarang. “Saat ini sedang dalam proses untuk kembali melakukan asesmen.

Sesegera mungkin seleksi dilaksanakan untuk mengisi jabatan tersebut. Doakan kami agar segera mendapat figur yang tepat  mengisi kekosongan jabatan Eselon II ,” sebut Sabrina.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto bisa memahami ada sejumlah OPD yang dipimpin Plt untuk mengisi kekosongan jabatan.

Pemprov Sumut sebenarnya tidak menginginkan rangkap jabatan, namun itu langkah tepat yang sudah diambil Pemprov untuk mengisi kekosongan,” katanya.

Menurut Hendro, belum semua ASN satu visi dan misi dengan keinginan Gubernur. Gaya inovatif ASN belum terasa untuk melakukan perbaikan. Para ASN terus dipacu lagi dapat melahirkan kreativitas.

“Sebenarnya di zaman Pak Edy Rahmayadi dan Bu Sekda Sabrina  sedang dilakukan kegiatan untuk memacu kreativitas guna melahirkan ASN yang bermartabat,” tambahnya.

Dekan Fisipol USU DR. Muryanto Amin menekankan kreativitas para ASN mesti  tanggap perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memanfaatkan big data analytics.

“Tidak bisa lagi kepala biro, kepala dinas, kepala badan tidak mengetahui big data analytics  karena berfungsi membantu pengambilan  keputusan.

Misalkan, memberikan izin aplikasi online kita harus mempertimbangkan pergerakan ekonomi yang akan terjadi sehingga efektivitas kebijakan terasa pada masyarakat,” ujar Muryanto.

Ketua LPKAN Sumut Rafriandi Nasution mengatakan PNS harus senantiasa meningkatkan kompetensi, inovasi dan pelayanan prima untuk publik. Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai  kompetensi, prestasi kerja di jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan.

Syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, rasa atau golongan,” ujar mantan Anggota DPRD Sumut itu.

Rafriandi berharap Asesmen Eselon II Pemprov Sumut sebagai bagian proses lelang jabatan yang dilaksanakan perlu ada terobosan-terobosan baru.

Misal bila sudah didapati lima besar nama, para calon menyampaikan visi-misi mereka secara terbuka, bisa melalui acara webinar sehingga masyarakat  mengetahui secara terbuka, sebut Rafriandi.

Pejabat Eselon II harus memiliki. profesionalisme, punya keahlian, objektif, memiliki semangat pengabdian.

Termasuk. memiliki tiga hal pokok :  skill (keterampilan), knowledge (pengetahuan) attitude (sikap).

Kita terus dorong para Pejabat Eselon II  senantiasa mampu melahirkan kreativitas dan inovasi agar tidak ketinggalan perkembangan dalam mengambil kebijakan,” ujar Sabrina pada Webinar Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) “Mencari Pejabat Eselon II Yang Profesional Dalam Visi Sumut Bermartabat ” dari Ruang Smart Province Kantor  Gubernur Sumut Jl. P. Diponegoro 30 Medan, Jumat (24/07/2020).

Sekda mengakui masih ada jabatan lowong defenitif  di sejumlah OPD Pemprov dan secepatnya diisi.

“Kita segera membuka dan mengumumkan Asesmen ke publik, bila sudah mendapat izin Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)

Pelaksana Tugas (Plt)  hampir sama dengan pejabat definitif lagipula yang menjadi Plt juga dilihat kemampuannya, tidak sembarang. “Saat ini sedang dalam proses untuk kembali melakukan asesmen.

Sesegera mungkin seleksi dilaksanakan untuk mengisi jabatan tersebut. Doakan kami agar segera mendapat figur yang tepat  mengisi kekosongan jabatan Eselon II ,” sebut Sabrina.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto bisa memahami ada sejumlah OPD yang dipimpin Plt untuk mengisi kekosongan jabatan.

Pemprov Sumut sebenarnya tidak menginginkan rangkap jabatan, namun itu langkah tepat yang sudah diambil Pemprov untuk mengisi kekosongan,” katanya.

Menurut Hendro, belum semua ASN satu visi dan misi dengan keinginan Gubernur. Gaya inovatif ASN belum terasa untuk melakukan perbaikan. Para ASN terus dipacu lagi dapat melahirkan kreativitas.

“Sebenarnya di zaman Pak Edy Rahmayadi dan Bu Sekda Sabrina  sedang dilakukan kegiatan untuk memacu kreativitas guna melahirkan ASN yang bermartabat,” tambahnya.

Dekan Fisipol USU DR. Muryanto Amin menekankan kreativitas para ASN mesti  tanggap perkembangan teknologi. Salah satunya dengan memanfaatkan big data analytics.

“Tidak bisa lagi kepala biro, kepala dinas, kepala badan tidak mengetahui big data analytics  karena berfungsi membantu pengambilan  keputusan.

Misalkan, memberikan izin aplikasi online kita harus mempertimbangkan pergerakan ekonomi yang akan terjadi sehingga efektivitas kebijakan terasa pada masyarakat,” ujar Muryanto.

Ketua LPKAN Sumut Rafriandi Nasution mengatakan PNS harus senantiasa meningkatkan kompetensi, inovasi dan pelayanan prima untuk publik. Pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai  kompetensi, prestasi kerja di jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan.

Syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, rasa atau golongan,” ujar mantan Anggota DPRD Sumut itu.

Rafriandi berharap Asesmen Eselon II Pemprov Sumut sebagai bagian proses lelang jabatan yang dilaksanakan perlu ada terobosan-terobosan baru.

Misal bila sudah didapati lima besar nama, para calon menyampaikan visi-misi mereka secara terbuka, bisa melalui acara webinar sehingga masyarakat  mengetahui secara terbuka, sebut Rafriandi.
(Tim)

Pos terkait